Tentang Kami
INFIS adalah rumah bagi para pembuat film, pemimpi, dan penggerak komunitas yang percaya bahwa cerita bisa mengubah dunia. Berdiri di Surabaya sejak awal 2000-an, INFIS hadir sebagai ruang alternatif tempat anak-anak muda belajar, bereksperimen, dan menyuarakan isu-isu penting melalui medium visual.​ Kami tidak hanya memproduksi film, tapi juga merancang program literasi, festival, residensi kreatif, dan kolaborasi lintas budaya. Kami menyatukan siswa, pendidik, seniman, dan warga untuk menciptakan ekosistem film independen yang hidup dan berdampak.​ Dari lorong sekolah hingga panggung internasional, INFIS berkomitmen membangun generasi yang berani bersuara, berpikir kritis, dan berkarya dengan hati. Setiap layar adalah ruang bertumbuh. Setiap adegan adalah percikan perubahan.​​ Mari menyalakan cahaya kecil dari Surabaya, untuk dunia

Visi
Menjadi ruang kolektif film independen Surabaya yang inspiratif, kritis, dan inklusif di mana setiap karya visual menjadi medium perubahan sosial dan penguatan literasi budaya anak muda.


Misi Kami
1
Memfasilitasi produksi film pendek dan dokumenter bagi pelajar, pemuda, dan komunitas lokal
2
Mendorong literasi visual dan pemikiran kritis melalui workshop, diskusi, dan screening bersama.
3
Membangun jejaring kolaboratif lokal & internasional, memadukan kreativitas dan keberagaman budaya.
4
Mendorong kolaborasi lintas disiplin dari seni, pendidikan, hingga isu sosial untuk memperkuat dampak kolektif.
5
Menyiarkan cerita dan refleksi lapangan, melalui artikel, review, press release, dan dokumentasi kegiatan, agar suara kita terdengar luas.
Man Behind The Wheel
Fauzan Abdillah adalah seorang produser, kurator, dan edukator yang aktif menggerakkan ekosistem film independen di Indonesia melalui peran strategisnya di INFIS, komunitas film yang berbasis di Surabaya sejak tahun 2000. Sebagai Ketua dan Direktur Program, Fauzan memimpin pengembangan program pendidikan, produksi, hingga distribusi film pendek yang berfokus pada isu sosial, literasi media, dan pemberdayaan generasi muda.
Ia dikenal atas pendekatan kolaboratif dalam membangun ruang aman bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas kreatif untuk belajar visual storytelling—melalui inisiatif seperti Stufer (Student Filmmaker), Zynëtion Film Festival, dan berbagai kolaborasi lintas budaya bersama mitra internasional seperti British Council, Japan Foundation, dan Institut Français.
Fauzan Abdillah
Ketua & Direktur Program – INFIS
.jpg)
Sejarah INFIS
(2000–2004)
Awal Mula
Komunitas INFIS (Independent Film Surabaya) resmi berdiri pada 13 September 2000, digagas oleh I.G.A.K. Satrya Wibawa, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga.
(2008–2019)
Konsolidasi & Lanjut Berkembang
Sejak itu INFIS semakin intens meluncurkan: Program produksi komunitas, Workshop sinema, Screening dan diskusi film, Open call & festival kolaboratif, Riset film, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan budaya di Surabaya
