top of page

Tentang Kami

INFIS adalah rumah bagi para pembuat film, pemimpi, dan penggerak komunitas yang percaya bahwa cerita bisa mengubah dunia. Berdiri di Surabaya sejak awal 2000-an, INFIS hadir sebagai ruang alternatif tempat anak-anak muda belajar, bereksperimen, dan menyuarakan isu-isu penting melalui medium visual.​ Kami tidak hanya memproduksi film, tapi juga merancang program literasi, festival, residensi kreatif, dan kolaborasi lintas budaya. Kami menyatukan siswa, pendidik, seniman, dan warga untuk menciptakan ekosistem film independen yang hidup dan berdampak.​ Dari lorong sekolah hingga panggung internasional, INFIS berkomitmen membangun generasi yang berani bersuara, berpikir kritis, dan berkarya dengan hati. Setiap layar adalah ruang bertumbuh. Setiap adegan adalah percikan perubahan.​​ Mari menyalakan cahaya kecil dari Surabaya, untuk dunia

program pemkot 2025.jpg

Visi

Menjadi ruang kolektif film independen Surabaya yang inspiratif, kritis, dan inklusif  di mana setiap karya visual menjadi medium perubahan sosial dan penguatan literasi budaya anak muda.

conference social sciences di Milan.JPG
DC SHORT FILM FEST PROGRAMME.jpg

Misi Kami

1

Memfasilitasi produksi film pendek dan dokumenter bagi pelajar, pemuda, dan komunitas lokal

2

Mendorong literasi visual dan pemikiran kritis melalui workshop, diskusi, dan screening bersama.

3

Membangun jejaring kolaboratif lokal & internasional, memadukan kreativitas dan keberagaman budaya.

4

Mendorong kolaborasi lintas disiplin dari seni, pendidikan, hingga isu sosial untuk memperkuat dampak kolektif.

5

Menyiarkan cerita dan refleksi lapangan, melalui artikel, review, press release, dan dokumentasi kegiatan, agar suara kita terdengar luas.

Man Behind The Wheel

Fauzan Abdillah adalah seorang produser, kurator, dan edukator yang aktif menggerakkan ekosistem film independen di Indonesia melalui peran strategisnya di INFIS, komunitas film yang berbasis di Surabaya sejak tahun 2000. Sebagai Ketua dan Direktur Program, Fauzan memimpin pengembangan program pendidikan, produksi, hingga distribusi film pendek yang berfokus pada isu sosial, literasi media, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia dikenal atas pendekatan kolaboratif dalam membangun ruang aman bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas kreatif untuk belajar visual storytelling—melalui inisiatif seperti Stufer (Student Filmmaker), Zynëtion Film Festival, dan berbagai kolaborasi lintas budaya bersama mitra internasional seperti British Council, Japan Foundation, dan Institut Français.

Fauzan Abdillah

Ketua & Direktur Program – INFIS

Photo from Fauzan 파우산 (1).jpg

Sejarah INFIS

 (2000–2004)

Awal Mula

Komunitas INFIS (Independent Film Surabaya) resmi berdiri pada 13 September 2000, digagas oleh I.G.A.K. Satrya Wibawa, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga.

(2008–2019)

Konsolidasi & Lanjut Berkembang

Sejak itu INFIS semakin intens meluncurkan: Program produksi komunitas, Workshop sinema, Screening dan diskusi film, Open call & festival kolaboratif, Riset film, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan budaya di Surabaya

(2005–2007)

Pengembangan Ekosistem

Pada tahun 2005 digelar Surabaya Independent Film Festival (Sulasfifest) pertama, disusul Surabaya 13 Film Festival tahun 2007. Kegiatan ini memperkuat peran INFIS sebagai jembatan festival, diskusi, dan produksi film pendek sehingga komunitas terus tumbuh dan makin terstruktur .

(2020–sekarang)

Adaptasi Digital & Internasional

Di era pandemi COVID‑19, INFIS cepat beradaptasi melalui: Forum dan workshop online, Pemutaran virtual film pendek, Peran aktif sebagai distributor dan exhibitor, Kolaborasi daring dengan komunitas, institusi, dan festival luar negeri. Hingga kini, INFIS tetap konsisten memperkuat diplomasi budaya dan menegaskan Surabaya sebagai pusat kolaborasi film lokal dan global .

putih-1.png

Sejak Tahun 2000. Film. Komunitas. Kolaborasi

Rumah Untuk Pemuda Penggemar Film Dan Sineas Muda

Bantuan Layanan

Kontak

About INFIS

Program

Galeri Karya

Kolaborasi

bottom of page